Pecinta bulutangkis jangan mau ketinggalan aksi-aksi para pemain kelas dunia bertanding di Istora Senayan dalam ajang BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015 mulai tanggal 2-7 Juni. Buruan beli tiketnya sebelum kehabisan! Mau tau caranya?
Cara membeli tiket BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015 Online:
1. Masuk ke website blibli.com >> BELI SEKARANG
2. Pilih jenis tiket yang anda inginkan, yaitu tanggal spesifiknya dan kelas yang anda inginkan. INFORMASI TIKET
3. Masukkan jumlah tiket yang anda inginkan, lalu tekan Beli.
4. Periksa kebenaran pemesanan Anda, bila benar tekan Lanjutkan Pembayaran.
5. Bila Anda sudah menjadi member, masukkan email dan password Anda, bila belum, daftarkan diri Anda, hanya dengan memasukkan email dan membuat password.
6. Masukkan nama, nomor telepon Anda, serta alamat rumah untuk di-save di database, bila sudah tekan Lanjutkan Pembayaran.
7. Periksalah pembelian Anda untuk terakhir kalinya, dan bila benar tekan Lanjutkan Pembayaran.
8. Pilih metode pembayaran yang Anda inginkan, lalu masukkan nomor kartu kredit/debit bila dibutuhkan, bila sudah tekan Bayar Sekarang.
9. Ikuti petunjuk pembayaran, dan Anda akan mendapat konfirmasi pembayaran.
10. Anda akan mendapat konfirmasi pembayaran dan tiket elektronik melalui email.
11. Simpan tiket elektronik Anda dan bawa ketika jadwal pertandingan di kounter yang tersedia.
Cara menukar tiket elektronik di hari pertandingan:
1. Print dan siapkan tiket elektronik Anda yang telah dikirim ke email Anda, pastikan tiket yang Anda bawa sesuai untuk hari yang bersangkutan.
2. Setibanya di Istora Senayan, kunjungi ticket box untuk menukarkan tiket elektronik Anda dengan tiket asli untuk pertandingan. Jadwal penukarana tiket adalah mulai pukul 07:00 WIB di hari Selaasa hingga Kamis, dan pukul 10:00 WIB di hari Jumat hingga Minggu. Informasi Venue
3. Tunjukkan identitas diri dan untuk pembayaran dengan kartu kredit tunjukkan kartu kredit Anda, pastikan bahwa identitas diri dan kartu kredit yang Anda berikan sesuai dengan yang ada pada tiket elektronik.
4. Pihak promotor akan menukarkan tiket elektronik Anda dengan tiket asli untuk bisa masuk ke dalam arena pertandingan.
5. Reservasi tempat duduk tidak diperbolehkan, untuk mendapat tempat duduk yang sesuai, Anda disarankan untuk datang lebih awal.
BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015
Kamis, 28 Mei 2015
Mengintip Peluang: Maria Febe Kusumastuti
Jika dibandingkan dengan sektor-sektor lain, sektor tunggal putri terbilang mengalami kemunduran yang paling besar bagi perbulutangkisan Indonesia. Jika kita melihar sedikit ke belakang, sejarah perbulutangkisan Indonesia sangat manis dengan kehadiran legenda seperti Susi Susanti, Verawaty Wiharjo, Ivana Lie, dan Mia Audina. Prestasi Indonesia di kancah bulutangkis sangat gemilang di era 1980an hingga 1990an terutama di sektor tunggal putri yang memang menjadi kekuatan bagi Indonesia. Namun, sebuah tamparan keras bagi para pengurus bulutangkis Indonesia dengan fakta bahwa sektor tunggal putri kini malah menjadi sektor yang terbilang paling lemah bagi Indonesia. Tidak ada satupun pemain tunggal putri yang bertengger di 20 besar peringkat BWF. Di atas kertas, sektor tunggal putri terbilang sangat tidak diunggulkan untuk meraih gelar dalam setiap kompetisi internasional.
Dalam turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015, Maria Febe Kusumastuti menjadi
unggulan pertama dalam kualifikasi tunggal putri untuk memperebutkan tiket menuju babak utama. Pemain kelahiran 30 September, 1989 di Boyolali ini saat ini bertengger di peringkat 28 dunia menurut BWF, atau yang pertama di Indonesia. Prestasi Febe belakangan dalam dua tahun terakhir cukup baik, dan peringkatnya pun terus berkembang dari peringkat 38 dunia di tahun 2014, hingga kini peringkat 28. Dalam dua tahun terakhir, prestasi terbaik Febe adalah menjadi runner-up di Bulgaria, lolos ke semifinal di Belanda dan Indonesia, serta lolos ke perempat final di Selandia Baru, Singapura, dan Vietnam.
Jika melihat peluang Febe di BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015, peluang Febe untuk lolos ke babak utama terbilang mudah. Pada babak pertama kualifikasi, Febe akan berhadapan dengan rekan senegara Hana Ramadhini, yang menduduki peringkat 57 dunia. Secara pengalaman dan peringkat, Febe jauh lebih unggul daripada Hana yang berusia 20 tahun. Bila Febe melaju, maka ia akan menghadapi pemenang dari partai Jamie Subandhi vs. Dinar Dyah Ayustine. Kedua pemain secara peringkat juga jauh di bawah Febe dengan Jamie bertegger di peringkat 50 dunia dan Dyah yang berada di peringkat 108 dunia. Dengan statistik demikian, peluang Febe untuk lolos ke babak utama sangat besar. Namun, langkah Febe akan sulit di babak utama karena menurut draw, Febe akan menghadapi pemain unggulan seperti Sung Ji Hyun dan Carolina Marin.
Dalam turnamen BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015, Maria Febe Kusumastuti menjadi unggulan pertama dalam kualifikasi tunggal putri untuk memperebutkan tiket menuju babak utama. Pemain kelahiran 30 September, 1989 di Boyolali ini saat ini bertengger di peringkat 28 dunia menurut BWF, atau yang pertama di Indonesia. Prestasi Febe belakangan dalam dua tahun terakhir cukup baik, dan peringkatnya pun terus berkembang dari peringkat 38 dunia di tahun 2014, hingga kini peringkat 28. Dalam dua tahun terakhir, prestasi terbaik Febe adalah menjadi runner-up di Bulgaria, lolos ke semifinal di Belanda dan Indonesia, serta lolos ke perempat final di Selandia Baru, Singapura, dan Vietnam.
Jika melihat peluang Febe di BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015, peluang Febe untuk lolos ke babak utama terbilang mudah. Pada babak pertama kualifikasi, Febe akan berhadapan dengan rekan senegara Hana Ramadhini, yang menduduki peringkat 57 dunia. Secara pengalaman dan peringkat, Febe jauh lebih unggul daripada Hana yang berusia 20 tahun. Bila Febe melaju, maka ia akan menghadapi pemenang dari partai Jamie Subandhi vs. Dinar Dyah Ayustine. Kedua pemain secara peringkat juga jauh di bawah Febe dengan Jamie bertegger di peringkat 50 dunia dan Dyah yang berada di peringkat 108 dunia. Dengan statistik demikian, peluang Febe untuk lolos ke babak utama sangat besar. Namun, langkah Febe akan sulit di babak utama karena menurut draw, Febe akan menghadapi pemain unggulan seperti Sung Ji Hyun dan Carolina Marin.
Tentang Istora Senayan Jakarta
Istora (Istana Olahraga) Senayan atau Istora Gelora Bung Karno merupakan arena olahraga indoor atau tertutup yang berlokasikan di kawasan Gelanggang Olahraga Gelora Bung Karno di Senayan, Jakarta. Istora Senayan mulai dibangun pada tanggal 8 Februari, 1960 dan selesai pembangunannya dua tahun kemudian pada 24 Agustus, 1962. Biaya pembangunan Istora Senayan diperkirakan mencapai angka $12.500.000 atau sekitar Rp.164.47 Milliar (bila mengikuti kurs Rupih hari ini). Istora Senayan memiliki kapasitas tampung hingga 15,000 penonton dan sering digunakan untuk kompetisi olahraga internasional seperti bulutangkis dan tinju, dan telah digunakan dalam kompetisi Asian Games, Sea Games, dan PON.Selama 55 tahun berdiri, Istora Senayan telah menyelenggarakan 12 pertarungan tinju internasional yang mempertemukan petinju kelas dunia. Pertandingan tinju yang diselenggarakan diantarnya adalah partai Muhammad Ali vs. Rudi Lubbers, Saoul Mamby vs. Thomas Americo, Ellyas Pical vs. Ju Do Chun, Ellyas Pical vs. Wayne Mullholand, Ellyas Pical vs. Cesar Polanco, Ellyas Pical vs. Lee Dong Chun, Khaosai Galaxy vs. Ellyas Pical, Ellyas Pical vs. Tae Il Chang, Jum Hwan Choi vs. Azadin Ahnar, Nico Thomas vs. Samuth Sitnaruepol yang diselenggarakan dua kali, dan Chris John vs. Roinet Caballero.
Selain pertandingan tinju, Istora Senayan juga sering menyelenggarakan kompetisi bulutangkis internasional seperti Thomas & Uber Cup tahun 1967, 1973, 1979, 1986, 1994, 2004, dan 2008, dan juga Indonesia Open tahun 1993, 1998, 2000, 2001, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015. Selain itu, Istora Senayan juga terplih untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia BWF tahun 2015 mendatang.
Mengintip Peluang: Jonatan Christie
Prestasi perbulutangkisan Indonesia di kancah internasional belakangan ini memang mengalami penurunan, terutama di nomor tunggal putra. Sejak pensiunnya Taufik Hidayat dari dunia perbulutangkisan, nampaknya tidak ada pemain yang mampu bersaing kembali di kancah internasional. Nama-nama seperti Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Simon Santoso tidak dapat menampilkan performa baik yang konsisten. Prestasi Indonesia di nomor tunggal putra lama-kelamaan mulai memudar, dibuktikan dengan tidak ada satupun asal Indonesia yang menduduki sepuluh besar peringkat BW
F di nomor tungal putra. Hal ini pun mulai menimbulkan kekhawatiran bagi para pengamat bulutangkis dan para penikmat bulutangkis Indonesia sendiri. Tidak ada pemain kini yang mampu menyaingi keberhasilan para pembuat sejarah bulutangkis Indonesia seperti Liem Swie King, Lius Pongo, Haryanto Arbi, Rudy Hartono, dan Icuk Sugiaro.
Namun, cahaya bagi Indonesia di sektor tunggal putra mulai muncul, paska masuknya nama Jonatan Christie ke dunia perbulutangkisan profesional. Pemain kelahiran 15 September, 1997 di Jakarta ini telah menunjukkan perkembangan pesat dalam dua tahun belakangan di karir profesionalnya. Punggawa Tangkas Specs ini pada tahun 2014 bertengger di peringkat 100an, dan bahkan sempat terseok ke peringkat 219 dunia di BWF. Namun dengan performa yang sangat menjanjikan, Christie kini berhasil menduduki peringkat 55 dunia menurut BWF, atau yang ke-4 di Indonesia. Dalam dua tahun belakangan, Christie berhasil memenangi satu gelar di Swiss, satu kali masuk final di Indonesia International Challange, dan tiga kali masuk perempat final di Belanda, Polandia, dan Swiss. Christie juga dipercaya untuk menjadi pemain inti di sektor tunggal putra untuk Indonesia di kompetisi Sudirman Cup beberapa waktu yang lampau. Dengan performa yang impresif ini, diikuti dengan konsistensi di kompetisi internasional, Christie memberikan harapan besar bagi Indonesia di sektor tunggal putra.
Lalu, bagaimana dengan peluang Jonatan Christie di BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015? Pada partai pembuka babak kualifikasi, Christie akan menghadapi rekan senegara Firman Abdul Kholik yang menduduki peringkat 66 dunia. Secara head to head Christie lebih unggul dimana pada simulasi Sudirman Cup 2015, Christie menaklukkan Firman 21-13 17-21 21-14. Secara peringkat dan head to head, Christie diunggulkan untuk lolos ke babak kedua kualifikasi. Apabila Christie lolos, maka ia akan menghadapi pemenang dari partai Boonsak Ponsana vs. Andre Marteen. Peluang Christie untuk lolos ke babak utama cukup besar. Secara peringkat langkah Christie akan jauh lebih mudah jika harus berhadapan dengan Andre Marteen yang berada di peringkat 129 dunia. Namun, meskipun harus berjumpa dengan Boonsak Ponsana yang secara notabene merupakan unggulan pertama di babak kualifikasi, peluang Christie masih cukup besar. Christie dan Ponsana belum pernah bertemu dalam pertandingan profesional.
F di nomor tungal putra. Hal ini pun mulai menimbulkan kekhawatiran bagi para pengamat bulutangkis dan para penikmat bulutangkis Indonesia sendiri. Tidak ada pemain kini yang mampu menyaingi keberhasilan para pembuat sejarah bulutangkis Indonesia seperti Liem Swie King, Lius Pongo, Haryanto Arbi, Rudy Hartono, dan Icuk Sugiaro.
Namun, cahaya bagi Indonesia di sektor tunggal putra mulai muncul, paska masuknya nama Jonatan Christie ke dunia perbulutangkisan profesional. Pemain kelahiran 15 September, 1997 di Jakarta ini telah menunjukkan perkembangan pesat dalam dua tahun belakangan di karir profesionalnya. Punggawa Tangkas Specs ini pada tahun 2014 bertengger di peringkat 100an, dan bahkan sempat terseok ke peringkat 219 dunia di BWF. Namun dengan performa yang sangat menjanjikan, Christie kini berhasil menduduki peringkat 55 dunia menurut BWF, atau yang ke-4 di Indonesia. Dalam dua tahun belakangan, Christie berhasil memenangi satu gelar di Swiss, satu kali masuk final di Indonesia International Challange, dan tiga kali masuk perempat final di Belanda, Polandia, dan Swiss. Christie juga dipercaya untuk menjadi pemain inti di sektor tunggal putra untuk Indonesia di kompetisi Sudirman Cup beberapa waktu yang lampau. Dengan performa yang impresif ini, diikuti dengan konsistensi di kompetisi internasional, Christie memberikan harapan besar bagi Indonesia di sektor tunggal putra.Lalu, bagaimana dengan peluang Jonatan Christie di BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015? Pada partai pembuka babak kualifikasi, Christie akan menghadapi rekan senegara Firman Abdul Kholik yang menduduki peringkat 66 dunia. Secara head to head Christie lebih unggul dimana pada simulasi Sudirman Cup 2015, Christie menaklukkan Firman 21-13 17-21 21-14. Secara peringkat dan head to head, Christie diunggulkan untuk lolos ke babak kedua kualifikasi. Apabila Christie lolos, maka ia akan menghadapi pemenang dari partai Boonsak Ponsana vs. Andre Marteen. Peluang Christie untuk lolos ke babak utama cukup besar. Secara peringkat langkah Christie akan jauh lebih mudah jika harus berhadapan dengan Andre Marteen yang berada di peringkat 129 dunia. Namun, meskipun harus berjumpa dengan Boonsak Ponsana yang secara notabene merupakan unggulan pertama di babak kualifikasi, peluang Christie masih cukup besar. Christie dan Ponsana belum pernah bertemu dalam pertandingan profesional.
Rabu, 27 Mei 2015
Draw Ganda Campuran BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015
Langganan:
Postingan (Atom)



