Belakangan ini, dalam beberapa turnamen Indonesia hanya bisa menaruh harapan mereka pada ganda Smash Indonesia menganalisa bahwa ketidakkonsistennya performa Nitya/Greysia menjadi penyebab pasangan ini sulit sekali untuk merebut gelar juara di setiap turnamen. Terkadang pasangan ini mampu membuat kejutan dengan mengalahkan pasangan unggulan, namun terkadang pasangan ini tidak berdaya ketika berhadapan dengan pasangan lain.Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii yang menduduki peringkat 7 dunia menurut BWF. Namun, dalam 11 turnamen bersama, Nitya/Greysia hanya mampu meraih 1 gelar di Yonex Open Chinese Taipei 2014, dan di kompetisi lainnya termasuk gelaran Super Series mereka selalu gagal untuk meraih gelar juara.
Bila kita melihat peluang Nitya/Greysia di BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015, nampaknya ini akan menjadi sangat suli bagi pasangan ganda putri nomor satu di Indonesia ini. Akan sangat sulit bagi Nitya/Greysia untuk bisa merebut gelar juara di Jakara tahun ini. Namun, meskipun demikian Nitya/Greysia masih bisa mengambil keuntungan dari beban ringan yang ada di pundak kedua pemain. Sektor ganda putri terbilang tidak diunggulkan untuk menyumbang gelar di Indonesia Open tahun ini, dan masyarakat Indonesia pun tidak menaruh banyak harapan pada kedua pasangan. Nitya/Greysia harus bisa memanfaatkan kondisi ini untuk bermain lepas dan mengeluarkan performa terbaik agar bisa mendapat hasil maksimal di BCA Indonesia Open Super Series Premiere 2015.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar